Home > WoRD LiFe > Ke mana pergi subsidi kami?

Ke mana pergi subsidi kami?

Kalian rampas subsidi kami , entah ke mana dibawa lari.
Kalian beritahu, wang mesti dicatu , kita menuju maju..
Kalian kata: semua menderita , habis harta negara..
Kalian berbahasa: bukan barang naik harga,
Cuma subsidi turun sahaja…

Kami orang desa, mungkin tidak pandai kira berjuta-juta..
Kami orang kecil kota, mungkin tiada sedemikian harta..
Jika kalian tipu sebegitu, biasanya kami diam selalu..
Tapi dapatkah kami dibohongi, tentang suapan saban hari?

Apalah yang dapat diberitahu anak ke sekolah.
Papa semakin parah. wang semakin lelah.
Jika semalam berlauk, hari ini cuma berkuah..
Kerana kerajaan kita sedang susah.
Maka subsidi kita terpaksa diserah..

Jika semalam kau makan sepinggan, hari ini separuh.
Kerana barang semakin angkuh, wang papa makin rapuh..
Apa yang dibisik pada anak berkopiah ke madrasah.
Makananmu sayang, sebahagiannya sudah hilang..

Jika mereka bertanya siapa yang bawa lari.
Kepada siapa patut kami tuding jari?
Janganlah nanti mereka membenci pertiwi..
Akibat pencuri harta bumi rakyat marhaen ini..
Atau kami jadi insan curang..
Kami beritahu: cuma subsidi sahaja yang kurang?
Tiada apa yang hilang, nanti akan datang wang melayang..

Dengar sini wahai yang tidak memijak bumi!
Pernahkah kalian mengintip kehidupan kami..
Pernahkah kalian ngerti makna derita dan susah hati..
Kamu yang semput bagai melukut di kota kedekut..
Kami yang bekerja hingga senja di desa yang makin terseksa.
Bertarung nyawa dan masa, menghitung setiap belanja.

Pernahkah kau merasa?
Rumah bocor yang lanjut usia?
Baju dan kasut anak yang koyak.
Tinggal dalam rumah yang berasak asak.
Siang kami sebak, malam kami sesak..

Sedangkan kalian manusia angkasa..
Istana permata dibina , kereta berjuta dirasa..
Elaun di serata, dari isteri sehingga seluruh keluarga..
Hidangan istimewa, konon meraya kemakmuran negara..

Tapi kami masih di sini.. di teratak ini..
Dengan lauk semalam.
Dengan hidangan yang tidak bertalam..
Dengan rumah yang suram..
Dengan wang yang hampir padam..

Iiada istana lawa.. tiada kereta berharga..
Iiada layanan di raja.. tiada baju bergaya..
Iiada kediaman menteri.. tiada hidangan VIP
Iiada persen di sana sini.. tiada bahagian anak dan bini..

Tiba tiba kalian kata: kamilah beban negara..
Aduhai celaka bahasa yang kalian guna..
Kalian yang belasah, kami yang bersalah..
Kalian yang untung, hutang kami tanggung..
Kalian mewah melimpah, kami susah parah..
Kalian hilangkan wang, poket kami yang terbang..
Kalian bina istana, rumah kami jadi manga..
Kalian makan isi, kami dijadikan abdi..

Lantas, kalian rampas lagi subsidi..
Ke mana wang itu pergi nanti?
Jika kalian berhati suci, wajib menganti buat kami..
Jika tidak pun buat gula konon merbahaya.
Mengapa tidak beras diturun harga?
Jika tidak untuk minyak kereta?
Mengapa tambang tidak dipotong sahaja..
Tapi entah berapa kali janji..
Konon nanti kami ganti, kami ganti, kami ganti..
Hari demi hari, ceritanya pun tidak berbunyi lagi..
Kami terus termanggu di sini..
Kalian juga yang nikmati..
Kami hanya mengigit jari..

Kembalikanlah kepada kami harta negara..
Jangan hanya kalian sahaja yang merasa..

Dr. Mohd Asri Zainul Abidin (July 2010)

Categories: WoRD LiFe
  1. April 30, 2011 at 2:22 PM

    [HANYA KOMENTAR CURHAT DARI SEORANG PENGEMBARA]
    Alhamdulillah…
    Pasukan iblis sukses menyesatkan masyarakat, Gembong FreeMason Yahudi dan anteknya berhasil menjajah lahir bathin negeri ini, krisis Inflasi harga kebutuhan pokok meningkat, Penyakit hubungan kelamin merajalela, Korupsi jamaah pejabat menanjak, Jual beli jabatan pemilu berlanjut, Pengurasan sumber daya alam berjalan, Kebodohan berbasis kemiskinan bertambah, dan masih banyak lagi yang semua itu berujung pada pemurtadan rakyat banyak.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat melihat dengan jelas kebobrokan sistem sekular jahiliyah yang selama ini telah kita terapkan dan kita tuhankan, karena kita telah membuang jauh-jauh sistem Islam kaffah ciptaan “Sang Maha Pencipta Sistem” dari kehidupan kita.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad berikut ini:
    Dari Abdullah bin Umar dia berkata,
    “Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda:
    “Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya;
    1. Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka.
    2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim.
    3. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan.
    4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya.
    5. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan saling memerangi di antara mereka.””
    (HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).
    Sekarang manakah diantaranya yang belum terjadi? Masih belum cukup?
    Alhamdulillah…
    Selama generasi kita tidak memurikan tauhid dan tidak menerapkan sistem Islam kaffah (dalam khilafah), maka insyaAllah generasi penerus kita juga dapat langsung membuktikannya juga.
    Alhamdulillah…
    ________________
    “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 4:147)
    “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q.S. 40:61)

    • May 3, 2011 at 3:23 PM

      Good info bro! 8)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s